Study Kelayakan “Maniwa Model”, Walikota Caroll Senduk : Langka Nyata Menuju Kota Tomohon yang Lebih Bersih, Hijau dan Berdaya Saing

TOMOHON, SULUTTEMPO.COM – Pemerintah Kota Tomohon mendorong penguatan pengelolaan sampah organik melalui pendekatan ekonomi sirkular.

Salah satu langkah yang kini dikaji adalah penerapan “Maniwa Model”, sebuah model pengelolaan sampah organik yang dikembangkan berdasarkan pengalaman Kota Maniwa, Jepang.

Pengelolaan sampah dinilai menjadi salah satu isu strategis dalam pembangunan Kota Tomohon. Berdasarkan data yang dipublikasikan Pemerintah Kota Tomohon pada 2026, timbulan sampah di Kota Tomohon mencapai sekitar 51,6 ton per hari, dengan sekitar 70 persen di antaranya merupakan sampah organik.
Secara matematis, jumlah tersebut setara dengan sekitar 36,12 ton sampah organik per hari. Namun, angka tersebut belum serta-merta menjadi kapasitas fasilitas pengolahan yang harus dibangun.

Penentuan kapasitas membutuhkan studi kelayakan secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek teknis, karakteristik dan ketersediaan bahan baku, lokasi, lingkungan, sosial, kelembagaan, pembiayaan, pasar produk, regulasi hingga keberlanjutan operasional.

Pemerintah Kota Tomohon sendiri telah memiliki kebijakan dan strategi pengelolaan sampah rumah tangga dan sejenisnya melalui regulasi daerah. Berbagai program pengelolaan sampah organik dan pemberdayaan masyarakat juga telah dikembangkan.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan, di antaranya peningkatan timbulan sampah, pemilahan sampah dari sumber yang belum optimal, keterbatasan pengolahan sampah organik, kebutuhan penguatan data persampahan, koordinasi lintas perangkat daerah, keterlibatan masyarakat, keterbatasan pembiayaan, serta kebutuhan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pembuangan akhir.

Dalam konteks tersebut, penjajakan “Maniwa Model” dipandang sebagai peluang untuk mengkaji pengelolaan sampah organik dengan pendekatan ekonomi sirkular, yakni mengubah sampah menjadi sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali.

Pengalaman Kota Maniwa di Jepang menunjukkan bahwa pengolahan sumber daya organik dapat dikaitkan dengan produksi biogas dan pupuk cair, yang selanjutnya dapat dimanfaatkan kembali dalam sektor pertanian.

Namun, penerapan model tersebut di Tomohon tidak harus dilakukan secara persis seperti di Maniwa. Studi kelayakan diperlukan untuk menentukan teknologi dan model yang paling sesuai dengan kondisi Kota Tomohon.

Pemerintah Kota Tomohon menyambut baik rencana pelaksanaan studi kelayakan “Maniwa Model” sebagai kesempatan untuk mengkaji pengelolaan sampah organik yang lebih terpadu, berkelanjutan dan berbasis ekonomi sirkular.

Studi kelayakan diharapkan menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti, mencakup aspek teknis, lingkungan, sosial, kelembagaan, pembiayaan, pemanfaatan produk, regulasi serta tahapan implementasi.

Dalam mendukung pelaksanaan studi tersebut, Pemkot Tomohon menyatakan kesiapan untuk menyediakan data persampahan, lokasi, pertanian dan keuangan; melakukan koordinasi lintas perangkat daerah; mendukung pelaksanaan survei lapangan dan karakterisasi sampah; serta melibatkan kecamatan, kelurahan, kelompok tani, masyarakat dan dunia usaha.
Pemkot juga akan mendukung pemenuhan aspek regulasi dan perizinan sesuai kewenangan serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kepada konsorsium Jepang, pemerintah berharap studi kelayakan tersebut dapat menghasilkan sejumlah keluaran penting, antara lain laporan studi kelayakan lengkap, data dasar dan karakterisasi sampah, analisis teknologi dan rekomendasi kapasitas, rekomendasi lokasi dan desain konseptual fasilitas, analisis lingkungan, sosial, ekonomi dan pembiayaan, analisis pasar produk, model kelembagaan dan model bisnis, serta rencana pilot project, roadmap implementasi dan indikator keberhasilan.

Setelah studi kelayakan selesai, Pemerintah Kota Tomohon akan melakukan penilaian untuk menentukan apakah proyek tersebut layak dilanjutkan ke tahap pilot project dan pembangunan fasilitas, atau masih memerlukan kajian dan perbaikan lebih lanjut.

Penilaian tersebut akan mencakup ketersediaan dan konsistensi bahan baku, kesesuaian teknologi, kelayakan lokasi, dampak lingkungan, kualitas dan pasar produk, realisme investasi dan biaya operasional, model kelembagaan, penerimaan masyarakat, aspek regulasi serta keberlanjutan proyek.

Melalui studi kelayakan “Maniwa Model”, Pemkot Tomohon berharap pengelolaan sampah ke depan tidak hanya berorientasi pada pembuangan, tetapi juga pada pengurangan sampah, pemanfaatan kembali sumber daya, produksi energi dan produk, serta penguatan ekonomi sirkular.

Wali Kota Tomohon Caroll Joram Azarias Senduk, SH dalam sambutannya menyampaikan harapan agar momentum tersebut dapat menjadi langkah nyata menuju Kota Tomohon yang lebih bersih, hijau dan berdaya saing.

“Maniwa Model diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah organik yang tidak hanya berorientasi pada pembuangan, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah melalui pemanfaatan sumber daya dan pengembangan ekonomi sirkular,”harap Walikota Tomohon Caroll Senduk saat bawakan sambutan pada kegiatan Kick off Meeting Study Kelayakan “Maniwa Model” : Pengelolaan Sampah Organik dan Transformasi Ekonomi Sirkular Kota Tomohon, bertempat di Metland Matron Kota Tomohon, Senin (28/9/2026).

Akhiri sambutan Walikota Caroll menyampaikan “Mari Jadikan Study Kelayakan “Maniwa Model” ini sebagai Langka Nyata Menuju Kota Tomohon yang Lebih Bersih, Hijau dan Berdaya Saing,”

Kegiatan tersebut fasilitasi Pemkot Maniwa dan Yachio Engineering. Adapun anggota Parlemen Maniwa City Jepang yang hadir yakni di antaranya, Mr Hitobo Maki sebagai Ketua rombongan, Mr Yoshinori Seno, Mr Yuki Kawanaka, Mr Yuichi Takaiwa, Mr Hiroshi Yamaguchi, serta Perusahan yang membangun dan Manage Fasilitas Pengelolaan Sampah di Maniwa City, Japan. Dan itulah yang sedang di kerjasamakan untuk coba di FS kan untuk di bangun di Kota Tomohon.

Diketahui Kick off Meeting Study Kelayakan Maniwa Model ini untuk Pengelolaan Sampah Organik dan Transformasi Ekonomi Sirkular Kota Tomohon. (rk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *