SULUTTEMPO. COM – Wale Ne Tou, Kelurahan Sasaran, Tondano Utara, Minahasa, Jumat (25/9/2026), berubah menjadi lautan kader PDI Perjuangan. Bukan sekadar konsolidasi momentum tersebut menjadi panggung besar bagi penguatan mesin organisasi PDI Perjuangan di Sulawesi Utara.
Di tengah kepadatan ribuan kader yang memenuhi kawasan Wale Ne Tou, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri hadir langsung.
Megawati datang bersama Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan sejumlah jajaran petinggi partai.
Sejak agenda dimulai, suasana sudah menunjukkan besarnya antusiasme kader. Kapasitas gedung tak mampu menampung seluruh peserta.
Sebagian kader berada di dalam gedung, sementara lainnya mengikuti kegiatan dari luar.
Panitia menyiapkan lima layar untuk memastikan kader yang berada di luar tetap dapat menyaksikan setiap tahapan acara. Suara dari sistem pengeras turut menjangkau massa yang memadati area sekitar lokasi.
Meski tak semuanya berada di dalam gedung, seluruh kader tetap mengikuti prosesi dengan penuh perhatian.
Sebelum prosesi pelantikan, Olly Dondokambey menyampaikan laporan mengenai capaian dan perkembangan organisasi PDI Perjuangan di Sulawesi Utara.
Setelah itu, giliran Megawati mengambil peran utama. Satu per satu struktur partai yang mencakup Pengurus Anak Cabang (PAC), ranting, badan dan sayap PDI Perjuangan se-Sulawesi Utara dilantik.
Perwakilan kader berdiri di bagian depan mengikuti prosesi secara langsung. Sementara ribuan kader lainnya menyaksikan dari dalam maupun luar gedung.
Namun, inti pesan Megawati bukan hanya soal pelantikan. Di hadapan kadernya, Megawati menyentil satu persoalan yang menjadi perhatian serius. Yakni korupsi.
Ia mengingatkan kader agar tidak tergoda menyalahgunakan jabatan maupun kepercayaan yang telah diberikan.
Terlebih setelah mengucapkan janji jabatan, kader dituntut menjaga integritas dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
Nada Megawati kemudian semakin tegas.
Ia memastikan tidak akan memberikan ruang bagi kader yang melakukan korupsi.
“Pilihannya cuma dua, berhenti sendiri atau pecat. Kalau pecat, saya langsung yang akan pecat,” tegas Megawati.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan paling keras yang disampaikan dalam agenda konsolidasi tersebut.
Pelantikan struktur partai di Sulawesi Utara itu sekaligus menjadi momentum konsolidasi organisasi dari tingkat kecamatan hingga ranting.
Setelah melantik jajaran struktur partai, Megawati melanjutkan agenda dengan memberikan pengarahan kepada seluruh kader PDI Perjuangan Sulawesi Utara.
“Jangan korupsi. Sebab jika terbukti, kursi jabatan bukan menjadi tameng. Pemecatan menanti langsung dari ketua umum,” pungkasnya.(rk)





