SULUTTEMPO. COM – Konsolidasi organisasi, kepedulian terhadap lingkungan hidup, hingga penguatan peran generasi muda menjadi tiga poin utama yang disampaikan Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Tiga Pilar PDI Perjuangan Sulawesi Utara, Kamis (5/11).
Dalam kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel di Kabupaten Minahasa Utara tersebut, Puan yang juga menjabat Ketua DPR RI memberikan sejumlah arahan internal kepada jajaran partai.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulut, Reza Rumambi, menjelaskan bahwa salah satu perhatian khusus dalam arahan tersebut adalah gerakan kepedulian terhadap lingkungan melalui program pengelolaan sampah berbasis Teba Modern.
Program ini diarahkan untuk mendorong pengelolaan sampah organik di lingkungan masing-masing kantor partai maupun melalui keterlibatan para anggota legislatif. Sementara itu, sampah anorganik akan disalurkan ke tempat pemrosesan akhir.
“Bagaimana kita merawat pertiwi, lingkungan hidup, dan ramah terhadap alam. Karena itu, ada program bagi seluruh DPD, DPC, bahkan anggota DPRD untuk membuat tempat pengelolaan sampah yang namanya Teba Modern, khusus sampah organik. Sedangkan sampah anorganik akan dibawa ke tempat pembuangan akhir,” jelas Rumambi saat diwawancarai usai Rakor.
Menurutnya, instruksi tersebut telah diteruskan kepada seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPRD se-Indonesia. Gerakan ini sekaligus diarahkan untuk mencapai target pencatatan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebanyak satu juta.
Di Sulawesi Utara sendiri, seluruh anggota fraksi telah mendapat penugasan untuk mengambil bagian dalam gerakan tersebut sebagai bentuk kontribusi nyata partai terhadap pelestarian lingkungan.
“Ini sudah ditugaskan kepada semua fraksi di Sulut untuk melakukan gerakan merawat lingkungan hidup. Salah satunya melalui kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dengan memanfaatkan Teba Modern yang kita buat,” ungkapnya.
Selain konsolidasi dan agenda lingkungan, Puan juga menyoroti pentingnya membangun keterlibatan generasi muda dalam kehidupan organisasi dan pergerakan politik partai.
Rumambi menyebut, kehadiran sejumlah organisasi kepemudaan sayap partai, seperti Taruna Merah Putih dan Banteng Muda Indonesia, dalam Rakor tersebut menjadi bagian dari penguatan peran anak muda.
“Yang hadir dalam Rakor ini cukup banyak dari Taruna Merah Putih dan Banteng Muda Indonesia. Jadi, isu penggerakan anak-anak muda ini juga menjadi salah satu hal yang disampaikan,” pungkas Reza Rumambi.





