TOMOHON, SULUTTEMPO.COM – Pemerintah Kota Tomohon bergerak cepat mematangkan persiapan menjelang penilaian penghargaan Parahita Ekapraya tahun 2026. Setelah sukses berada di tingkat Nidia, Pemkot Tomohon kini membidik target minimal untuk mempertahankan predikat tersebut dengan ambisi besar naik ke tingkat Utama.
Komitmen ini diperkuat melalui Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Tomohon di Command Center, Selasa (27/10/2026).
Langkah konkret difokuskan pada penguatan Kelompok Kerja (Pokja) PUG serta peningkatan koordinasi lintas sektor perangkat daerah.
Hadir sebagai narasumber, Praktisi Gender Drs. Boas Wilar, M.Si. secara khusus menekankan pentingnya peran aktif dari enam instansi penggerak (driver) yang kini diperluas untuk memperkokoh kelembagaan PUG.
“Enam instansi tersebut mencakup Badan Keuangan dan Aset Daerah, Bapelitbangda, DP3A, Inspektorat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta Sekretariat Daerah,” ungkapnya.
Dalam pemaparannya, Boas Wilar menerangkan bahwa tantangan terbesar saat ini terletak pada implementasi riil program di masing-masing perangkat daerah. Ia menegaskan seluruh program kegiatan wajib terukur, responsif gender, serta memiliki penandaan (tagging) anggaran yang jelas sejak tahap perencanaan dengan kepastian persentase dari total APBD.
Selain urusan penganggaran, Boas juga mewanti-wanti pentingnya konsistensi input data pendukung. “Berdasarkan hasil evaluasi verifikasi lapangan, ketidaksesuaian input data berpotensi menjadi batu sandungan yang menurunkan skor penilaian secara signifikan dari capaian yang ada saat ini,” tuturnya. (rk)





