Wawali Sendy Rumajar Instruksikan Camat dan Lurah Masifkan Edukasi Pencegahan Karhutla di Tomohon

TOMOHON, SULUTTEMPO.COM – Wakil Walikota Tomohon menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi dampak fenomena El Nino yang memicu kekeringan dan rawan kebakaran hutan.

Dalam arahannya pada kegiatan Rakorev Penanganan Tanggap Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla di Kota Tomohon, Rabu (21/10/2026) bertempat di Comand Center.

Ia meminta seluruh elemen masyarakat ikut aktif melakukan pemantauan wilayah secara kolektif bersama Pemerintah Kota Tomohon.

Secara khusus, Wakil Walikota Sendy Rumajar menginstruksikan jajaran di tingkat kecamatan dan kelurahan, terutama yang berada di wilayah terdekat dengan kawasan rawan seperti Kelurahan Kinilow, Kakaskasen, Kayawu, dan Wailan, untuk memperketat pengawasan. Pengawasan ini tidak hanya difokuskan pada kawasan Gunung Lokon, melainkan mencakup seluruh lahan tidur dan area perkebunan yang ada di Kota Tomohon.

Selain pengamanan lahan, Wakil Walikota juga menyoroti pentingnya peran Camat, Lurah, hingga aparat lingkungan dalam mengenali kondisi warganya demi deteksi dini.

Ia juga meminta agar aktivitas sehari-hari warga yang mengalami gangguan jiwa (ODGJ) ikut dipantau bersama pihak keluarga agar mereka tidak berkeliaran ke area-area terisolasi yang sulit dijangkau atau memicu kejadian akibat kelalaian.

“Kita harus perkuat pengawasan dan deteksi dini melalui edukasi. Perlu pengawasan melekat dari pemerintah kelurahan karena Bapak, Ibu Lurah, maupun Camat yang paling mengetahui keadaan masyarakat di lapangan,” ujar Wakil Walikota.

Terkait aktivitas pertanian di tengah musim kemarau ekstrem ini, Wakil Walikota meminta para Camat bergerak lebih masif dalam mengedukasi warga saat membuka lahan.

Beliau melarang keras kebiasaan
bakar supaya cepat atau membakar sisa pangkasan tanaman untuk mempercepat pembersihan lahan, mengingat kondisi El Nino saat ini sangat krusial dan rentan memicu kebakaran besar.

Menutup arahannya, Wakil Walikota mengingatkan seluruh perangkat daerah terkait untuk mengemban tugas kemanusiaan ini dengan menjunjung tinggi profesionalisme dan integritas. Beliau menegaskan bahwa aparatur pemerintah adalah pelayan masyarakat yang wajib bekerja dengan jujur, tanpa memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi, serta menjauhi tindakan yang melawan hukum.

“Kita ini pelayan masyarakat. Jangan memanfaatkan kesempatan untuk menguntungkan diri sendiri, apalagi ada tindakan yang melawan hukum. Saya percaya kita semua memiliki integritas dan selalu takut akan Tuhan,” pungkas Wakil Walikota. (rk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *