Sinergi KIAD Sulut dan IPSM Tomohon: dr Rinny Tamuntuan Dorong Pemberdayaan Perempuan Melalui UMKM dan Ruang Publik

TOMOHON,SULUTTEMPO.COM – Kamis, 10 September 2026, Kerukunan Istri Anggota Dewan (KIAD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berkolaborasi dengan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kota Tomohon menggelar kegiatan Sosialisasi Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan. Langkah strategis ini digagas untuk memperkuat ketahanan sosial dan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya kaum perempuan di Kota Tomohon.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh dr. Rinny Tamuntuan yang bertindak dalam kapasitas ganda yang strategis, yakni sebagai Ketua KIAD Provinsi Sulut sekaligus Ketua Pengurus IPSM Kota Tomohon. Kehadiran beliau menegaskan komitmen kuat dari tingkat provinsi hingga akar rumput dalam mengawal isu-isu perempuan dan sosial.

Wakil Ketua Pengurus IPSM Provinsi Sulawesi Utara (DRISANT GUMOLUNG,SE), memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kolaborasi nyata ini. Menurutnya, sinergi ini menjadi jawaban konkret atas berbagai dinamika sosial yang terjadi di lapangan.

“Kami dari Pengurus IPSM Provinsi Sulawesi Utara melihat kolaborasi ini sangat luar biasa dan strategis di bawah kepemimpinan dr. Rinny Tamuntuan. Kegiatan ini menyasar tiga isu krusial yang saat ini menjadi prioritas kita bersama, yaitu peningkatan kemandirian ekonomi melalui UMKM perempuan, penurunan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta penguatan keterwakilan perempuan di ruang publik,” ujar DRISANT selaku Wakil Ketua IPSM Sulut dalam keterangannya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pihak IPSM Provinsi Sulut menegaskan bahwa Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kota Tomohon siap mengawal hasil sosialisasi ini di lapangan. Sebagai mata, telinga, dan perpanjangan tangan program sosial, para kader PSM akan memastikan edukasi dan pemberdayaan ini menyentuh lapisan masyarakat paling bawah. Kota Tomohon diharapkan mampu menjadi percontohan (*role model*) bagi kabupaten dan kota lain di Bumi Nyiur Melambai dalam hal penguatan kapasitas perempuan.

“Melalui sosialisasi ini, perempuan-perempuan di Kota Tomohon diharapkan tidak hanya mandiri secara ekonomi lewat sektor UMKM, namun juga lebih berani mengambil peran penting serta bersuara di ruang publik demi mewujudkan daerah yang inklusif, adil, dan sejahtera,”tuturnya. (rk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *