PAPUA,SULUTTEMPO.COM – PESONA alam Raja Ampat, Papua Barat Daya, menjadi saksi sejarah dimulainya Konsultasi Nasional (Konas) XIX Forum Komunikasi Pria Kaum Bapak Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (FK PKB PGI).
Acara yang berlangsung meriah dengan sentuhan budaya lokal yang kental ini dibuka secara resmi Gubernur Papua Barat Daya, Ketua Umum PGI, Pdt. Jacky Manuputty, dan Ketua FK PKB PGI, Olly Dondokambey, ditandai dengan penabuhan tifa, alat musik tradisional Papua, Rabu (9/9/2026).
Momen pembukaan ini terasa istimewa, bukan hanya karena lokasinya yang dijuluki “surga terakhir di bumi,” tetapi juga karena semangat juang para peserta yang berhasil hadir meskipun harus menghadapi kendala jadwal penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sebanyak lebih dari 350 peserta perwakilan dari 73 sinode dan PGIW dari berbagai penjuru tanah air memadati lokasi acara, menunjukkan komitmen kuat kaum bapa Kristen untuk berkontribusi bagi gereja dan bangsa.
Konas XIX FK PKB PGI mengusung tema yang relevan dan mendalam: “Bapa yang Berakar, Keluarga yang Berbuah: Ekklesia Domestika dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga.” Tema ini menyoroti peran krusial ayah dalam membangun fondasi keluarga yang kuat, yang pada akhirnya akan memperkuat bangsa.
Dalam sambutannya, Ketua FK PKB PGI, Olly Dondokambey, menekankan pentingnya konsep Ekklesia Domestika atau Gereja Rumah Tangga.
“Keluarga adalah gereja yang pertama. Di sinilah iman ditanamkan, kasih dipraktikkan, karakter dibentuk, dan harapan masa depan dipersiapkan,” ujar Olly.
Gubenur Sulut periode 2015-2020 dan 2021-2025 ini menambahkan, seorang ayah yang berakar kuat dalam Kristus akan melahirkan keluarga yang berbuah buah Roh, menjadi berkat bagi sesama.
Subtema acara ini semakin mempertegas panggilan kaum bapa untuk menjadi terang di tengah keluarga dan bangsa. Terang itu tercermin melalui kepemimpinan yang adil, kehidupan yang benar, dan kesediaan memikul tanggung jawab, termasuk dalam bidang ekonomi.
“Di tengah tantangan sosial, moral, dan ekonomi, kaum bapa Kristen tidak boleh menjadi penonton. Kita dipanggil untuk membangun ketahanan keluarga, memperkuat ekonomi rumah tangga, dan menghadirkan nilai-nilai Kerajaan Allah dalam setiap bidang kehidupan,” tegas Olly.
Ia juga mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan acara ini tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah daerah dan pantia pelaksana yang dipimpin oleh Bupati Raja Ampat.
“Secara khusus kami mengapresiasi pemerintah daerah atas dedikasi dalam menyiapkan segala fasilitas di tengah keindahan alam Raja Ampat yang menakjubkan patut diacungi jempol,” tuturnya.
Selama beberapa hari ke depan, para peserta Konas XIX FK PKB PGI akan mengikuti serangkaian agenda pembahasan, diskusi, dan perumusan keputusan. Forum ini diharapkan menjadi wadah saling belajar, saling menguatkan, dan saling menginspirasi agar pelayanan Pria Kaum Bapak PGI semakin relevan dan berdampak bagi masyarakat.
“Keluarga yang kuat akan melahirkan gereja yang kuat, dan gereja yang kuat akan memberi kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” pungkas Olly Dondokambey. (rk/*)





