Buka Rapat Pokja PKP, Wawali Sendy Rumajar Tegaskan Penataan Pusat Kota Tomohon Harus Dongkrak Ekonomi UMKM

TOMOHON,SULUTTEMPO.COM – Pemerintah Kota Tomohon terus mematangkan langkah strategis dalam penataan infrastruktur dan kawasan permukiman terpadu.

Hal ini ditegaskan saat Wakil Wali Kota Tomohon, Sendy G.A. Rumajar, S.E., M.I.Kom., membuka secara resmi Rapat Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (Pokja PKP) yang berlangsung di Metland Hotel Tomohon pada Selasa (3/11/2026).

Saat membacakan sambutan tertulis Wali Kota Tomohon Caroll J.A. Senduk, S.H., Wawali Sendy Rumajar memaparkan posisi krusial Tomohon dalam pembangunan kewilayahan Sulawesi Utara pada RPJMN 2025–2029. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2024, Tomohon telah resmi ditetapkan sebagai Key Tourism Area (Kawasan Pariwisata Kunci) dalam Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional Manado-Likupang.

“Mandat dari pemerintah pusat ini bukan sekadar penugasan, melainkan peluang emas bagi Pemkot Tomohon untuk melakukan akselerasi dan pembenahan infrastruktur terpadu. Perencanaan yang holistik ini harus diarahkan untuk membuka ruang produktif dan menggerakkan roda ekonomi lokal,” ujar Sendy Rumajar di hadapan peserta rapat.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya komitmen bersama dalam pemenuhan infrastruktur dasar perkotaan yang inklusif. Melalui forum Pokja PKP ini, Pemkot Tomohon menargetkan lahirnya solusi konkret dan langkah kerja nyata dari seluruh instansi terkait untuk mengatasi berbagai problem perkotaan.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya komitmen bersama dalam pemenuhan infrastruktur dasar perkotaan yang inklusif. Melalui forum Pokja PKP ini, Pemkot Tomohon menargetkan lahirnya solusi konkret dan langkah kerja nyata dari seluruh instansi terkait untuk mengatasi berbagai problem perkotaan. Sebagai langkah konkret, Pemkot Tomohon kini tengah memperkuat sinergitas bersama Kementerian Pekerjaan Umum RI melalui Balai Penataan Bangunan dan Prasarana Kawasan (BPBPK) Sulawesi Utara. Fokus utama kolaborasi ini adalah penyusunan dokumen perencanaan teknis untuk penataan kawasan Pusat Kota Tomohon.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak Balai (BPBPK) Sulut atas pendampingan menyeluruh, mulai dari penyusunan profil kawasan hingga perumusan proposal penataan. Ini bukti nyata sinergi yang baik antara pusat dan daerah,” tambah Wawali.

Menutup sambutannya, Wawali Sendy mengingatkan bahwa pembangunan ini dilakukan untuk kepentingan masyarakat luas, termasuk para pelaku UMKM di wilayah sekitar, seperti Kelurahan Kamasi dan Talete.

“Membangun Tomohon tidak akan pernah berhasil tanpa kebersamaan dan ketulusan hati kita semua. Sinergi ini akan menjadi motor penggerak ekonomi yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan,” pungkasnya sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Tomohon, Jacqueline Mareyke Stely Mangulu, SP, M.Si, dalam laporannya menyampaikan maksud dan tujuan Rapat POKJA PKP yakni mengkoordinasikan dan melaporkan hasil-hasil penyelarasan serta langkah strategis seluruh instansi instansi terkait dalam perencanaan serta penyediaan infrastruktur dasar dengan tujuan untuk meningkatkan capaian standar pelayanan minimal bidang air minum, sanitasi, drainase, dan persampahan.

“Serta mensinergikan pengembangan kawasan strategis kota agar tetap berorientasi lingkungan serta merumuskan rekomendasi kebijakan dan komitmen penganggaran lintas sektor bagi Pemerintah Kota Tomohon. Dan Ini juga sebagai lanjutan dari hasil kita mengusulkan penataan kawasan strategis pariwisata Kota Tomohon yang terpusat di pusat kota Tomohon yang adalah wilayah Kecamatan Tomohon Tengah terutama Kelurahan Kamasi dan Kelurahan Paslaten,”tutur Jacqueline Mangulu.

Agenda strategis ini turut dihadiri oleh Perwakilan pihak BPBPK, para Kepala Dinas teknis terkait, Lurah Kamasi dan Talete, serta tokoh masyarakat dan pelaku usaha setempat. (rk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *