Gunung Lokon Membara, Kapolres Tomohon Novrial Kombo Tegaskan: Stop Pembakaran Lahan Sembarangan

TOMOHON,SULUTEMPO.COM – Selasa (13/10/2026), Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Lokon memicu respons keras dari aparat kepolisian. Meninjau langsung lokasi kebakaran di medan ekstrem, Kapolres Tomohon AKBP Novrial Alberti Kombo, S.I.K., M.A.P., mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh lapisan masyarakat untuk segera menghentikan segala aktivitas pembakaran lahan secara sembarangan.

Langkah ini diambil setelah jajaran Polres Tomohon, personel TNI, dan Pemerintah Kota Tomohon harus berjibaku menembus kabut asap pebal demi melokalisasi kobaran api yang mengancam kelestarian alam dan keselamatan warga. Kapolres menegaskan, tindakan sepihak memicu api di tengah kondisi rawan seperti ini merupakan bentuk kelalaian yang tidak bisa ditoleransi.

“Gunung Lokon adalah kebanggaan dan paru-paru kota kita. Menjaganya adalah tanggung jawab bersama. Saya tegaskan dan ingatkan dengan keras, stop melakukan pembakaran lahan sembarangan,” ujar AKBP Novrial Alberti Kombo dengan nada lugas di lokasi pemadaman.

Sinergitas lintas sektor antara Polri, TNI, dan Pemkot Tomohon menjadi garda terdepan dalam penanganan darurat ini. Tanpa memedulikan batas sektoral, seluruh petugas melebur di lapangan untuk memutus perambatan titik api agar tidak meluas ke area vegetasi yang lebih padat atau mendekati pemukiman.

Selain larangan membakar, Kapolres Tomohon juga meminta kesadaran penuh dari warga untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan atau meninggalkan bekas perapian dalam keadaan menyala. Pihak kepolisian memastikan tidak akan segan-segan mengambil tindakan hukum yang ketat bagi siapa saja yang terbukti sengaja atau lalai hingga menyebabkan kebakaran hutan.

Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan lingkungan. Jika melihat adanya kepulan asap mencurigakan atau titik api baru di sekitar lereng Gunung Lokon, warga diminta untuk segera melaporkannya ke posko pengamanan terdekat atau menghubungi layanan darurat agar penanganan bisa dilakukan secara cepat sebelum api membesar. (rk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *