Menjadi Proyek Perubahan di PKN II 2026, Inovasi SOHIB Garapan John Kapoh Targetkan Reduksi Sampah TPA

TOMOHON,SULUTTEMPO.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tomohon resmi meluncurkan sebuah terobosan baru dalam pengelolaan lingkungan hidup bernama Inovasi SOHIB (Sampah Organik Jadi Pupuk Bernilai Ekonomi).

Program ini dirancang untuk mentransformasi sampah organik melalui sistem hilirisasi demi mendukung pertanian berkelanjutan di Kota Bunga.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tomohon, John E. S. Kapoh, SS, M.Si, menyampaikan bahwa inovasi ini bertujuan untuk mengubah paradigma masyarakat terhadap pemanfaatan sampah di lingkungan sekitar.

“Melalui SOHIB, kami ingin membangun cara pandang baru bahwa sampah bukan semata-mata masalah lingkungan, tetapi merupakan sumber daya yang dapat memberikan manfaat dan nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik,” ujar John E. S. Kapoh.

Program SOHIB ini mengimplementasikan alur tata kelola sampah organik yang sistematis, meliputi:

• Pengumpulan: Mengumpulkan sampah organik secara langsung dari sektor pasar.
• Penimbangan: Mengukur volume sampah yang berhasil dikumpulkan untuk pencatatan data.
• Pengangkutan: Mendistribusikan sampah menuju fasilitas pengolahan.
• Pengolahan: Memproses material organik menggunakan metode ramah lingkungan.
• Produksi: Menghasilkan produk akhir berupa Kompos, Pupuk Organik Cair (POC), dan Eco Enzyme.

Dijelaskan John Kapoh bahwa Proyek Perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II, SOHIB diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sistem pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan, mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA, mendorong penerapan ekonomi sirkular, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan sektor pertanian.

“Harapan kami, inovasi ini dapat terus berkembang melalui kerja sama berbagai pihak, sehingga sampah organik yang sebelumnya menjadi beban lingkungan dapat bertransformasi menjadi sumber daya yang mendukung pertanian berkelanjutan, sejalan dengan identitas Tomohon sebagai Kota Bunga,”ungkapnya.

Diketahui, keberhasilan program ini didukung penuh oleh kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, Perumda Pasar, Dinas Pertanian, serta Pengelola Pusat Pengolahan Sampah Organik.

Melalui semangat “Sampah Hari Ini, Berkah Esok”, gerakan hilirisasi ini diharapkan mampu mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), mendukung percepatan ekonomi sirkular, sekaligus mewujudkan sektor pertanian yang mandiri dan berkelanjutan di Kota Tomohon. (rk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *