TOMOHON,SULUTTEMPO.COM – Anggota DPRD Fraksi PDI-P, Maria Hernie Pijoh secara tegas menyampaikan rasa kekecewaannya terhadap ketidakhadiran sejumlah pejabat eselon II dan III pada Rapat Paripurna Penutupan Tahun dan Pembukaan Masa Sidang yang digelar oleh DPRD Kota Tomohon, Rabu (8/1/2025).
“Di daftar ada 52 orang tapi yang hadir hanya 17 orang. Apakah memang sudah tidak ada, hanya 17 orang saja pak Sekot? Minta maaf sebelumnya, karena inikan paripurna merupakan rapat tertinggi antara eksekutif dan legislatif dalam mengambil keputusan untuk pembangunan masyarakat Kota Tomohon yang lebih baik. Tetapi kalau kehadiran seperti begini, kami merasa mereka (pejabat-red) tidak peduli terhadap untuk pembangunan masyarakat Kota Tomohon,” tandasnya.
Untuk itu, kata Pijoh kedepan, ia mengingatkan kembali kepada seluruh perangkat daerah/eksekutif agar lebih memperhatikan undangan ketika ada paripurna sehingga terkesan baiklah.
“Ada kerjasama yang baik antara eksekutif dan legislatif,” pintahnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Tomohon Edwin Roring menanggapi hal tersebut menegaskan bahwa pihaknya telah mengingatkan kepada seluruh pejabat eselon II maupun III harus hadir di setiap rapat-rapat paripurna bersama DPRD.
“Pokoknya dua kali tidak hadir di rapat-rapat akan saya tegur,” kata Edwin Roring menanggapi pertanyaan ibu dewan Maria Pioh terkait tingkat kehadiran pejabat Pemkot Tomohon pada paripurna saat ini.
(rk)





