MANADO,SULUTTEMPO.COM – Setelah sempat mengalami kevakuman, Konsultasi Nasional Pemuda Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) kembali digelar.
Momentum ini bukan sekadar menghidupkan agenda organisasi, tetapi menjadi langkah strategis untuk menyatukan visi dan memperkuat arah gerakan pemuda gereja di tengah perubahan zaman.
Di balik penyelenggaraan forum nasional tersebut, Ketua Pemuda Sinode GMIM, Pnt. Rio Dondokambey, B.Sc., M.M., yang dipercaya sebagai Ketua Umum Panitia Konsultasi Nasional Pemuda PGI 2026, menempatkan pertemuan ini sebagai ruang konsolidasi yang diharapkan melahirkan gagasan dan rekomendasi konkret.
Digelar pada 6–8 November 2026 di Kampus Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado, Konas Pemuda PGI mempertemukan lebih dari 100 peserta dari berbagai wilayah Indonesia.
Mereka terdiri atas perwakilan ketua pemuda sinode, unsur PGI, Sinode Am Gereja (SAG), Majelis Pekerja Lengkap (MPL) PGI, Biro Pemuda Remaja PGI, hingga Majelis Pekerja Harian (MPH) PGI.
Menurut Rio, keterwakilan peserta secara langsung telah mencakup hampir 80 persen anggota PGI, sementara perwakilan lainnya mengikuti kegiatan melalui sambungan daring.
Cakupan partisipasi tersebut memperlihatkan bahwa konsultasi nasional ini memiliki ruang jangkauan yang luas.
Bagi Rio, momentum ini penting untuk membangun kembali komunikasi antarpemuda gereja sekaligus menyatukan perspektif dalam menentukan prioritas pelayanan ke depan.
“Acara ini dimaksudkan sebagai wadah menyusun program dan menyatukan visi bersama arah pemuda gereja ke depan. Kami sengaja mengundang Ibu Ketua DPR RI untuk memberikan arahan agar program kerja yang disusun dapat selaras dengan visi dan misi pemerintah. Hasil dan kesimpulan akhir dari kegiatan ini nantinya akan dijadikan rekomendasi serta dorongan nyata bagi pemerintah dan masyarakat umum,” ujar Rio.
Salah satu hal yang menonjol dari pelaksanaan Konas Pemuda PGI 2026 adalah upaya menghubungkan agenda pelayanan gereja dengan dinamika pembangunan nasional.
Kehadiran Ketua DPR RI Puan Maharani dalam pembukaan kegiatan menjadi bagian dari upaya tersebut. Rio berharap arahan dari pimpinan lembaga legislatif nasional dapat memberikan perspektif lebih luas bagi para peserta dalam menyusun program kerja.
Dalam sambutannya, Puan menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga persatuan, merawat toleransi, serta mempersiapkan diri menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Puan juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi kemampuan berpikir kritis agar generasi muda mampu membedakan informasi faktual, opini, hoaks, dan manipulasi.
Pesan tersebut memberikan dimensi tersendiri bagi konsultasi nasional.
Pemuda gereja tidak hanya dituntut aktif dalam kehidupan organisasi dan pelayanan keagamaan, tetapi juga harus mampu mengambil bagian dalam menjawab persoalan sosial serta tantangan kebangsaan,” kata Puan.
Adapun, kembalinya Konas Pemuda PGI setelah sempat vakum menghadirkan harapan baru bagi penguatan koordinasi pemuda gereja di tingkat nasional.
Forum ini menjadi kesempatan bagi berbagai sinode untuk menyampaikan pandangan, bertukar pengalaman, dan merumuskan program yang dapat menjawab kebutuhan generasi muda di berbagai daerah.
Rio bersama panitia menempatkan hasil konsultasi sebagai bagian penting dari penyelenggaraan kegiatan. Artinya, keberhasilan forum tidak semata-mata diukur dari jumlah peserta maupun kehadiran tokoh nasional, tetapi juga dari kualitas rumusan dan tindak lanjut yang dihasilkan.
Pembukaan kegiatan diawali dengan ibadah yang dipimpin Pdt. Jacklin Soan Sumilat, S.Th., Ketua MPH SAG Sulutteng. Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut hadir, di antaranya Sekretaris Umum PGI Pdt. Darwin Darmawan, Ketua II MPH PGI Prof. Dr. (H.C.) Olly Dondokambey, S.E., Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI Prof. Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd., serta jajaran pimpinan DPR RI dan kepala daerah di Sulawesi Utara.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut memperkuat posisi Manado sebagai ruang pertemuan gerakan pemuda gereja dari berbagai daerah di Indonesia.
Selama tiga hari pelaksanaan, Konas Pemuda PGI 2026 diharapkan menghasilkan arah pelayanan yang lebih terintegrasi, memperkuat persaudaraan lintas sinode, serta melahirkan rekomendasi yang dapat diterjemahkan ke dalam tindakan nyata.(rk)





