SULUTTEMPO.COM – Pengembangan SDM pada industri pariwisata saat ini menghadapi tantangan global yang memerlukan kreativitas, inovasi dan solusi.
Salah satu solusi yang perlu ditempuh adalah kegiatan “Peningkatan Kapasitas Sumbet Daya Manusia (SDM) Pengelola Destinasi Pariwisata Provinsi” yang digelar oleh Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pariwisata Daerah, bertempat di Taman Wisata Alam (TWA) Kota Tomohon, Kamis (30/5/2024 ).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala DisParDa Sulut Henry Kaitjily.
Dalam arahan kepada para peserta, Henry Kaitjily mewakili pemerintahan ODSK mengatakan Peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola destinasi pariwisata memainkan peran penting untuk mewujudkan pelayanan prima kepada wisatawan dengan mendorong masyarakat berperan aktif dalam pembangunan pariwisata di Sulawesi Utara (Sulut).
“Hari ini torang berkumpul karena penting untuk memberikan perhatian kepada desa/kelurahan wisata yang ada di Kota Tomohon. Selain desa-desa yang ada di wilayah Minut yang jadi perhatian khusus pemerintah pusat. Kami berkeinginan desa-desa yang lain juga seperti di Kota Tomohon juga dapat perhatian pemerintah pusat. Jadi, sejak Kadis Yudisthira pimpin Disparda Tomohon, kampung wisata kelurahan Kakaskase II berhasil mendapatkan predikat terbaik CSHE. Dan itu pencapaian yang tidak mudah,” ucapnya.
Dikatakannya, tahun 2024 ini ada sekira 6 ribu yang ikut lomba desa wisata maupun kelurahan wisata. Yang masuk 50 besar yaitu desa wisata batu putih bawah.
“Nah itu, pencapaian yang bagus setiap tahun. Tapi menurut saya masih kurang itu. Keinginan saya, setiap tahun harus ada 2 atau 3 desa yang mewakili provinsi Sulut,” ujarnya.
Untuk itu, kata Kaitijly
sejalan dengan tujuan pembangunan kepariwisataan di Sulawesi Utara (Sulut), maka pemerintah mengembangkan desa wisata atau kampung wisata yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan rakyat.
“Kami selaku pemerintah provinsi terus mendorong kab/kota yang ada di sulut dalam pengembangan desa wisata/kampung wisata yang merupakan salah satu bentuk percepatan pembangunan desa/kelurahan secara terpadu untuk mendorong transformasi sosial, budaya, dan ekonomi desa. Oleh karena itu, tiap daerah di sulut dan desa perlu mencermati potensi yang dimilikinya untuk diangkat dan dikembangkan agar memberikan nilai serta menghasilkan tambah produktivitas yang tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” ungkapnya.
Sebelumnya, KadisParDa Tomohon Yudisthira Siwu dalam Perayaannya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada pemerintah ODSK melalui DisParda Sulut yang telah menggelar kegiatan
Peningkatan Kapasitas Sumbet Daya Manusia (SDM) Pengelola Destinasi Pariwisata Provinsi di Kota Tomohon ini.
“Atas nama pemerintah daerah Kota Tomohon, bapak walikota dan sekretaris daerah tentunya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada DisParda Sulut yang sudah menggelar kegiatan di Kota Tomohon. Nah, ini tentunya terima kasih dan penghargaan dari pemkot Tomohon dan seluruh masyarakat Kota Tomohon karena perhatiannya diberikan oleh pemerintahan Sembari ia menyebutkan adapun para peserta yang hadir saat ini adalah yang kompeten di bidangnya untuk pengembangan pariwisata yang ada di Kota Tomohon.
Turut hadir, KadisParDa Tomohon Yudisthira Siwu, Kabid Kelembagaan Roy Saroinsong,
Kabid Industri Fanny Matheos, Kabid Destinasi Oddy serta SekDisParDa Sulut Dolly korengkeng. Adapun Nara selakusumber Wakil Ketua Asppewi Roy RB Kolengan.
Adapun peserta yang hadir adalah para pengelola destinasi wisata yang ada di daerah di Sulawesi Utara (Sulut) yakni Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa yang berjumlah 60 orang. (rk)





