TOMOHON, SULUTTEMPO.COM – Sejak dipercayakan Walikota Tomohon Caroll Senduk SH (CS), Vonny Josefien Pangemanan (VJP) mampu membawa Michi No Eki (MNE) Pakewa Tomohon berkembang pesat.
Pada, Minggu (26/05/2024) MNE Pakewa melaksanakan ulang tahunnya yang pertama. Pengetahuan sejak setahun beroperasi, banyak keberhasilan yang ditorehkan oleh MNE Pakewa Tomohon, membawa kepemimpinan sang Direktur Vonny Josefien Pangemanan.
Sebut saja memasarkan produk pertanian organik hasil olahan petani Kota Tomohon, memasarkan produk UMKM, serta menarik kunjungan wisatawan ke Kota Tomohon. Dan yang paling fenomenal melakukan upaya ekspor produk yang ada, baik produk pertanian dan UMKM. Selain itu, pada peringatan ulang tahun pertama, Michi No Eki Pakewa Tomohon berhasil meluncurkan Teh Pakoba.
“Tentunya kami selalu berkomitmen untuk memasarkan produk-produk yang ada di Michi No Eki Pakewa. Yang paling utama melakukan ekspor produk ke Jepang, sebagaimana permintaan Kota Minamibosho di Jepang yang difasilitasi JICA dalam proses kerjasamanya,” terang Vonny.
Namun begitu, lanjut dia, harus dipenuhi dulu standar-standar ekspor tersebut, yang saat ini sedang diupayakan pihak Michi No Eki Pakewa. Namun sebetulnya, kata Vonny, sudah pernah mencoba melakukan ekspor bunga ke Singapura. “Kendala yang ada, Singapura meminta 5000 batang bunga, namun yang disediakan petani hanya 2000 batang,” jelasnya
Dari sisi pemasaran produk-produk UMKM, jelas Vonny, pihak Michi No Eki tidak menyusahkan pelaku usahanya. Sebab ketika produk UMKM dibawa ke Michi No Eki, malah langsung membayarnya. “Jadi bukan nanti produk UMKM itu laku baru membayarnya,” ucap Vonny.
Begitu juga untuk Kuncungan wisatawan mengalami kemajuan. Selain Michi No Eki yang menyediakan peta objek wisata dan informasinya, juga telah berhasil menarik wisatawan ke Michi No Eki.
Novi Politon, salah satu pengelola Michi No Eki Pakewa mengatakan, dalam setahun untuk wisatawan mancanegara ada sekitar 200 orang yang datang berkunjung ke Michi No Eki. Mereka berasal dari Korea, Cina dan Jepang. Ada juga dari pihak Universitas Kanada dan Australia yang datang melihat langsung produk-produk UMKM.
“Sementara untuk wisatawan lokal, yang menonjol banyak pelajar-pelajar yang berkunjung, semacam studi tour,” jelas Politon. (rk/*)





