Pimpin Apel Kesiapan Pengamanan Pengucapan Syukur Tomohon, Kapolres Kombo Minta Seluruh Personel Kedepankan Sikap Humanis

TOMOHON, SULUTTEMPO. COM – Sekitar 1.100 personel gabungan disiapkan untuk mengamankan pelaksanaan Pengucapan Syukur Kota Tomohon Tahun 2026.

Kapolres Tomohon AKBP Novrial Alberti Kombo, S.I.K., M.A.P., menegaskan seluruh unsur pengamanan harus bekerja terpadu untuk memastikan tradisi tahunan masyarakat Tomohon tersebut berlangsung aman, tertib dan lancar.

Hal itu disampaikan Kapolres saat Apel Gelar Pasukan Kesiapan Pengamanan Pengucapan Syukur Kota Tomohon Tahun 2026 yang dilaksanakan bersama Pemerintah Kota Tomohon, TNI dan unsur terkait, bertempat di halaman Pemkot Tomohon, Jumat (11/09/26).

Menurut Novrial, sekitar 200 personel Polres Tomohon akan dilibatkan dalam pengamanan. Jika digabungkan dengan unsur TNI, Pemkot Tomohon, Satpol PP, Linmas, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD dan unsur lainnya, kekuatan pengamanan mencapai sekitar 1.100 personel.

Kapolres menilai tingginya mobilitas masyarakat menjadi perhatian utama karena Pengucapan Syukur tidak hanya dihadiri warga Tomohon, tetapi juga masyarakat dari luar daerah yang datang untuk bersilaturahmi bersama keluarga dan kerabat.

“Kita harus mengantisipasi meningkatnya mobilitas orang dan kendaraan. Kemacetan hampir selalu terjadi setiap pelaksanaan Pengucapan Syukur, sehingga pengaturan lalu lintas dan penempatan personel harus benar-benar dipersiapkan,” tegas Novrial.

Selain kemacetan, Polres Tomohon juga mengantisipasi potensi kecelakaan lalu lintas, pencurian, penganiayaan, keributan akibat konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan serta potensi kebakaran yang dapat meningkat akibat kondisi kekeringan.

Novrial meminta seluruh personel mengedepankan pendekatan humanis, melakukan pencegahan dan deteksi dini, mengoptimalkan patroli serta rekayasa lalu lintas di jalur alternatif dan titik-titik rawan kepadatan.

Namun demikian, penegakan hukum tetap harus dilakukan secara tegas dan terukur terhadap setiap pelanggaran maupun aksi kejahatan yang membahayakan masyarakat dan petugas.

Ia juga menekankan pentingnya sinergitas antara Polri, TNI, Pemerintah Daerah, tokoh agama, masyarakat adat serta seluruh elemen masyarakat.

“Jangan sampai apel ini hanya menjadi formalitas. Setelah apel, harus langsung dikoordinasikan pembagian tugas, lokasi pengamanan dan tanggung jawab masing-masing, sehingga seluruh personel mengetahui apa yang harus dilakukan di lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, pelibatan masyarakat menjadi bagian penting karena Pengucapan Syukur merupakan tradisi daerah yang memiliki nilai sosial dan budaya kuat.

Di akhir arahannya, Novrial mengajak seluruh unsur untuk mengedepankan semangat “baku jaga” dalam menjaga keamanan, pariwisata, pelayanan, integritas dan kolaborasi.

“Mari sama-sama torang baku jaga. Torang jaga keamanan, torang jaga pariwisata, torang jaga pelayanan, torang jaga integritas dan torang jaga kolaborasi untuk mewujudkan Kota Tomohon yang aman, damai dan kondusif,” pungkasnya.

Hadir juga Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakot Tomohon, Drs. O.D.S. Mandagi, M.AP., Danramil 1302-06 Kota Tomohon Mayor Inf Donny Lumenta, Kepala Kemenag Kota Tomohon Pdt. Olva Moningka, S.Pak., M.Th. (rk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *