TOMOHON,SULUTTEMPO.COM – Serapan anggaran belanja Daerah Kota Tomohon di Semester I periode Januari hingga 3 juli Tahun 2026 belum mencapai 50 persen. Anggaran belanja baru terserap 37,78 persen atau mencapai Rp 218,3 miliar.
Sekdakot Tomohon Edwin Roring SE mengakui bahwa serapan belanja daerah Semester I/2026 belum setengahnya dari target. Itu terjadi karena serapan anggaran biasanya tertahan di awal tahun.
“Yang memang selama ini kan kita sudah mendorong. Jadi, nanti pada saat evaluasi penyerapan anggaran tentunya kita akan dorong lagi. Karena banyak kendala-kendala setelah masuk anggaran baru untuk efisiensi apalagi pendapatan – pendapatan juga agak lambat masuk sehingga berdampak pada belanja,”kata Edwin Roring, Senin (6/7/2026).
Dikatakannya lagi, serapan rendah disebabkan karena di awal tahun kegiatan masih dalam proses perencanaan, tahap proses pengadaan dan lainnya. Serapan baru agresif meningkat pada Semester II.
“Memang trennya seperti itu, kalau setiap tahun di Triwulan I dan II, mungkin masih dalam proses perencanaan dan sebagainya, proses pengadaannya sehingga pelaksanaannya baru dirasakan di semester II,”ujarnya.
Selain serapan anggaran, Lanjut Edwin Roring juga menuturkan terkait Penerimaan Pajak Daerah Kota Tomohon, ia mengakui bahwa realisasi penerimaan pajak daerah periode Januari hingga 1 Juli baru mencapai 43,59 Persen di angka Rp20,330 Miliar.
Untuk mengagresifkan serapan belanja dan realisasi pendapatan, kata Edwin, Pemkot Tomohon akan melakukan evaluasi.
“Jadi, saya minta OPD untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dengan menggali potensi baik sektor pajak dan juga retribusi daerah,” tandasnya. (rk)





