Kurs Dollar AS Terus Menguat, Stefi Tanor : Daerah Harus Siap Siaga Hadapi Peluang dan Inflasi

TOMOHON,SULUTTEMPO.COM – Data pasar terbaru per 14 Januari 2026, kurs US Dollar adalah Rp. 16.871 per US Dollarnya (menurut JISDOR, Bank Indonesia) Sementara kurs jual banknya hampir tembus Rp. 17.000. Angka ini terus menunjukan trend penguatan dollar yang cukup signifikan.

Bagi pengamat ekonomi Daerah Kota Tomohon, Stefy Edwin Tanor, SE, Ak, MM menilai kondisi ini akan memberikan dua sisi bagi Kota Tomohon.

“Pertama, Sisi Waspada, karena harga komoditi, seperti pakan ternak, pupuk kimia tertentu dan barang elektrikal, pasti akan mengalami penyesuaian harga di pasar lokal kita. Dan kedua, sisi peluang untuk pariwisata khususnya TIFF 2026. Nilai dollar yang tinggi ini paling tidak membuat biaya perjalanan ke Tomohon bagi wisatawan asing menjadi sangat murah, dan ini momen emas bagi Dinas Pariwisata untuk “menjual” paket wisata Kota Tomohon ke luar negeri,”ungkapnya, Kamis (15/1/2026) kepada suluttempo. com.

Selanjutnya, kata Stefi di lain pihak kita juga harus serius menghadapi tantangannya, dimana data BPS 2026 angka inflasi Kota Tomohon kisaran 2,8% hingga 2,9%. Sementara itu target pemerintah Kota Tomohon lewat TPID – Tim Pengendali Inflasi Daerah menargetkan diangka 2,5%.

“Di Kota Tomohon inflasi sangat dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau. Dan dampak jika dollar terus menguat tembus Rp. 17.000,- atau lebih maka beberapa biaya produksi pertanian pasti membengkak. Hal ini karena petani masih bergantung pada pupuk kimia dan pestisida dimana bahan bakunya di import. Sementara transaksi perdagangan kita hampir seluruhnya menggunakan US Dolar, tentu ini akan menaikan harga barang inport, selanjutnya harga sarana produksi tani pasti naik juga,”bebernya.

Diterangkannya, menghadapi kenyataan ini Pemerintah Kota lewat Dinas Perdagangan dan TPID, harus siap untuk operasi pasar secara berkala, khususnya pada komoditas yg harganya sensitif terhadap kurs.

“Selanjutnya gerakan penguatan tanaman pangan, dengan memperkuat gerakan menanam, guna memperkokoh kemandirian pangan di tingkat rumah tangga warga Tomohon, sehingga warga tidak terlalu terdampak akibat kenaikan harga kebutuhan pokok,” tutupnya. (rk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *