TOMOHON, SULUTTEMPO.COM – Kepada seluruh peserta PKA Angkatan V Kota Tomohon yang telah menghadirkan gagasan inovatif demi peningkatan kinerja birokrasi dan pelayanan publik patut diberi apresiasi.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Wali Kota Tomohon, Sendy Rumajar saat menghadiri dan membacakan sambutan Walikota Tomohon pada kegiatan Expo Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan V. Rabu (03/12), di GOR Babe Palar Tomohon.
Dikatakannya, visi untuk menciptakan Tomohon maju, berdaya saing, dan sejahtera membutuhkan terobosan yang memastikan pelayanan publik berjalan baik, tepat, dan cepat. Aksi perubahan kinerja organisasi menjadi langkah nyata untuk menciptakan birokrasi kapabel, efektif, efisien, dan akuntabel.
“Inovasi yang ditampilkan dalam Expo bukan sekadar proyek perubahan sementara, melainkan komitmen kinerja untuk mewujudkan visi-misi Pemerintah Kota Tomohon,”ucapnya.
“Saya berharap Expo ini bukan hanya menjadi ruang presentasi, tetapi juga ruang kolaborasi dan inspirasi untuk seluruh perangkat daerah. Inovasi yang lahir harus dipertahankan, dikembangkan, dan diimplementasikan agar memberi dampak signifikan bagi masyarakat,” kata Walikota Caroll Senduk kutip Wawali Sendy Rumajar.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Tomohon, John Sonny Liuw menjelaskan bahwa maksud dan tujuan Expo adalah menyampaikan dan menguji aksi perubahan yang telah dirancang dan diimplementasikan peserta. Mendiseminasi inovasi agar dapat diadopsi perangkat daerah lain. Mendorong budaya kinerja inovatif dan kolaboratif. Menghubungkan peserta dengan para stakeholder agar inovasi memperoleh dukungan implementasi yang luas.
“Tahun ini, Provinsi Sulawesi Utara hanya menggelar Expo PKA melalui Pemerintah Kota Tomohon, bekerja sama dengan BPSDM Sulawesi Utara. Total peserta berjumlah 30 pejabat, dengan komposisi 17 laki-laki dan 13 perempuan,” tuturnya.
Kepala BPSDM Provinsi Sulawesi Utara, Audy Pangemanan, memberi apresiasi khusus kepada Kota Tomohon atas penyelenggaraan Expo yang dinilai menjadi standar baru pelatihan kepemimpinan.
“Ini luar biasa. Kota Tomohon menjadi pionir. Tidak hanya mempresentasikan inovasi, tetapi mengemasnya dalam bentuk Expo sebagai tolok ukur keberhasilan pelatihan kepemimpinan. Ada 30 inovasi bayangkan jika semuanya diimplementasikan secara masif, percepatan peningkatan kualitas SDM dan pelayanan publik akan sangat signifikan,” tuturnya. (rk)





