
SULUTTEMPO.COM – Menindaklanjuti laporan warga adanya petani padi di Desa Kamanga Kecamatan Tompaso Kabupaten Minahasa yang mengalami gagal panen akibat hama tikus yang bersarang di Bronjong PT. Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lahendong, menjadi perhatian serius pemerintah provinsi Sulut.
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, melalui Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Daerah Sulut, Nova Wilhelmina Pangemanan gerak cepat (Gercep) menindaklanjuti arahan pimpinan.
Nova Pangemanan menegaskan bahwa pihaknya melalui petugas Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan
(POTP) di wilayah Kabupaten Minahasa melalui LPHP Tondano telah turun lapangan dan melaksanakan (gerdal) gerakan pengendalian Hama tikus secara terpadu di lokasi sawah.
“Petugas pengamat pengendali organisme pengganggu tanaman sudah melaksanakan pengendalian hama tikus dengan racun tikus, ” kata Nova Pangemanan, Sabtu 24 Oktober 2025.
Ia mengakui bahwa hama tikus populasinya banyak. Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya berencana kedepan bersama stakeholder terkait akan berkomunikasi langsung dengan pihak perusahaan untuk pencegahan dan pengendalian hama tikus secara bersama.
Berikut laporan LPHP TONDANO
– MONITORING SERANGAN OPT :
Hasil pengamatan :
– Keadaan serangan Tikus pada periode sebelumnya serangan berat.
– Serangan tikus terjadi karena lonjakan populasi akibat adanya sarang tikus “bronjong kawat” (penahan tanah dari jalan tanah timbunan) yang di bangun oleh pihak geothermal dari tahun 2022.
– Dikarenakan perkembangan tikus yang semakin berkembang banyak petani sudah tidak melakukan penanaman lagi. awalnya luas tanam 30 Ha akibat serangan tikus berkurang menjadi 7 Ha.
Rekomendasi :
– Sanitasi lahan
– Adanya koordinasi dari berbagai pihak untuk mengatasi sarang tikus dalam hal ini “bronjong kawat”
– Penggunaan Rodentisida.
(rk)





