SULUTTEMPO.COM – Menanggapi pemberitaan terkait dugaan pelanggaran regulasi dalam ajang Liga Sepak Bola Karyawan (Gala Karya) Piala Gubernur Sulawesi Utara 2025, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) menegaskan bahwa setiap bentuk protes dan keberatan peserta akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme resmi dan aturan yang berlaku.
Dispora Sulut meminta semua pihak untuk menahan diri serta menghormati proses verifikasi yang sedang berjalan. Kompetisi ini harus menjadi wadah kebersamaan dan sportivitas, bukan polemik yang merusak nilai olahraga itu sendiri.
Kadispora Sulut, Jemmy Ringkuangan, AP, M.Si, menekankan bahwa Gala Karya adalah ajang silaturahmi dan prestasi yang menjunjung tinggi nilai fair play, kejujuran, dan profesionalisme.
JR sapaan akrabnya menjelaskan segala keputusan akan diambil secara transparan, adil, dan objektif demi menjaga marwah olahraga di Sulawesi Utara.
“Sebuah kompetisi, khususnya sepak bola, sejatinya adalah sarana untuk membangun kebersamaan, ikatan persaudaraan, serta semangat rukun dan damai di tengah masyarakat. Lebih dari sekadar soal menang atau kalah, olahraga adalah perekat persatuan dan semangat untuk terus melangkah maju bersama,” tegasnya.
Selain itu, kata dia, ajang Gala Karya ini juga digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebagai wujud nyata bahwa olahraga mampu mempererat persaudaraan sesama anak bangsa di Sulawesi Utara.
“Melalui semangat kemerdekaan, olahraga menjadi jalan untuk merayakan kebersamaan, persatuan, dan optimisme menuju masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Sembari ia menyebutkan bahwa Dengan semangat “Torang Samua Cipta Prestasi”, Pemprov Sulut mengajak seluruh peserta, panitia, dan masyarakat untuk menjunjung tinggi sportivitas, menjaga persatuan, serta mendukung kelancaran kompetisi hingga selesai dengan baik. (rk)





