MANADO,SULUTTEMPO.COM – Jajaran Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Manado melaksanakan apel kerja, Senin (17/02/2025).
Apel yang dipimpin Kepala Divisi Pengembangan Usaha Perumda Pasar Manado Billy Regar, SE dilaksanakan di Kantor Perumda Pasar Manado, President Shopping Center, Pinaesaan, Kecamatan Wenang.
Dalam arahannya, Billy Regar mewakili direksi menyebut beberapa poin penting. Di antaranya, penegasan terkait penguatan kinerja pegawai. Selain itu, menjaga kesolidan dari jajaran tentang kebenaran Perumda Pasar Manado.
“Hasil evaluasi di mana belum semua karyawan mempunyai rasa memiliki Perumda Pasar. Masih ada karyawan yang main dua kaki dengan oknum-oknum yang selalu menjatuhkan kredibilitas pimpinan, terutama Dirut,” ungkap dia.
Di sisi lain, Perumda Pasar Manado saat ini dalam hal tata kelola keuangan sudah berubah sistemnya. Berbeda dari yang lalu, pengelolaan keuangan Perumda Pasar Manado sebagian besar sudah digitalisasi.
“Seluruh pendapatan melalui bank dan transaksi masuk keluar keuangan tercatat di rekening. Bisa diperiksa,” kata dia.
Perumda Pasar Manado sesuai Perda, saat ini jenis usahanya beraneka. Jadi bukan hanya mengelola Pasar. Sehingga beberapa Aset-aset Pemkot diserahkan hak pengelolaannya ke Perumda pasar, seperti Manado Bay, Daseng Karang Ria dan lain-lain.
“Daseng Karang Ria, Manado Bay, Pasar Wisata Tongkaina dan Malalayang Beach Walk sampai saat ini pembiayaan operasional dan gaji pegawainya masih bersumber dari subsidi silang Pasar Jengki Bersehati dan Pasar Pinasungkulan Karombasan,” tutur dia.
Sementara hak karyawan gaji dan THR, kata Billy, dibayar sesuai ketentuan. Yakni gaji pada tanggal 25 bulan berjalan dan THR dibayarkan 14 hari sebelum hari Raya.
“Pegawai dan pensiunan yang telah menerima pesangon berjumlah 95 orang dengan total Rp 2,1 miliar,” terang dia.
Direksi dan dewan pengawas Perumda Pasar Manado, kata dia, menyampaikan laporan LHKPN setiap tahun sesuai permintaan KPK.
“Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Lucky Aldrin Senduk, Perumda Pasar Manado menerapkan penilaian keuangan dilakukan oleh Akuntan Publik, sehingga bisa diakses masyarakat secara terbuka,” jelas dia.
Pada kesempatan itu, ia juga menanggapi berbagai isu yang ada saat ini di lingkungan Perumda Pasar Manado.
“Ada yang beredar, Dirut mempunyai tempat Wisata di Tomohon , tempat tersebut sudah banyak karyawan yang mengetahui lokasinya dan dimiliki oleh Dirut sebelum menjadi Direksi PD Pasar,” tegas dia.
“Isu juga, ada Direksi yang mempunyai rumah baru dan mobil baru. Itu tidak benar, karena rumah dari Direksi masih di tempat sebelum menjabat Direksi. Kendaraan Direksi semuanya masih dalam kewajiban menyetor setoran (kredit) dan bukan baru tahun ini atau tahun lalu,” lanjut dia.
Ia juga membantah kabar bahwa Direktur Utama Perumda Pasar Manado mangkir dari permintaan keterangan dari Polda Sulut.
“Bahwa Dirut selalu mangkir dari panggilan permintaan keterangan Polda itu tidak benar. Karena sudah dua kali Dirut memberi keterangan di Polda dan pagi ini yang ketiga kalinya,” tandasnya.





