TOMOHON, SULUTTEMPO.COM – Ketua Komisi III DPRD Kota Tomohon, Maria Hernie Pijoh (MHP) menyoroti adanya indikasi kasus keracunan massal yang diduga berasal dari dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Kolongan I Kecamatan Tomohon Tengah Kota Tomohon.
Maria menyayangkan terjadinya insiden tersebut dan menyampaikan simpati serta keprihatinannya kepada para korban. Ia menegaskan bahwa DPRD akan turun tangan mengawal dan mengawasi jalannya penanganan kasus ini melalui Komisi III.
“Sungguh disayangkan program yang sudah baik ini harus tercoreng dengan adanya kejadian ini. Kami dari DPRD akan ikut mengawal dan mengawasi kasus ini melalui Komisi III,” ujar Maria Pijoh, Selasa (27/1/2026).
Ia berharap langkah cepat dan taktis yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kesehatan dapat mengungkap penyebab pasti dari insiden keracunan ini.
Ia menegaskan pentingnya pengawasan terhadap menu yang disalurkan. Menurutnya, kualitas makanan harus benar-benar dijaga agar aman dikonsumsi dan sesuai tujuan awal program, yakni meningkatkan gizi anak.
Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali ke depannya.
“Tidak boleh terulang kembali hal seperti ini. Program bagus harus dirasakan dan menjadi harapan tumbuh kembang anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” tandasnya.
Dari informasi yang dihimpun ada 3 sekolah yang terdampak dari kejadian ini. Data sementara mencatat puluhan siswa dirawat di beberapa rumah sakit, antara lain:
1. RS Gunung Maria: 50 puluhan siswa
2. RSUD Anugerah: 31 siswa
3. RS Bethesda: 12 siswa
(rk)





