
TOMOHON,SULUTTEMPO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon, menerima 58 aduan dari masyarakat melalui aplikasi “Corong Suara Rakyat” (CSR) Tomohon, sepanjang periode 1 Juni – 14 Juli 2025.
“Jadi, selama periode 1 juni hingga 14 juli 2025, kami terima 58 aduan yang masuk dari masyarakat, melalui aplikasi CSR,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Daerah Kota Tomohon, Novi Politon kepada suluttempo.com, Rabu 16 Juli 2025.
Aduan tersebut, sambung Politon, ditujukan ke beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Diantaranya PUPRD, DLH dan PDAM.
“Kalau melihat data yang ada, aduan yang masuk dari masyarakat masih seputar fasilitas umum. Seperti, perbaikan infrastruktur jalan, air minum dan masalah sampah,” ucapnya.
Sejauh ini, sambung politon lagi, setiap SKPD yang mendapatkan aduan dari masyarakat responnya sangat cepat. Bahkan, ada dalam satu hari sudah ditangani,” terang Novi sapaan akrabnya.
Lebih lanjut Politon menjelaskan, program aduan CSR tersebut merupakan layanan penyampaian semua aspirasi dan pengaduan masyarakat Kota Tomohon yang dikelola oleh Dinas Kominfo Daerah Kota Tomohon.
“Secara umum aplikasi CSR itu merupakan layanan aspirasi pengaduan berbasis media untuk mengawasi pembangunan ataupun pelayanan publik, jadi seluruh masyarakat dapat melaporkan tentang masalah pelayanan atau penyimpangan yang terjadi di instansi terkait,” tandasnya.
Sembari ia menegaskan bahwa setiap laporan dan tindak lanjut dipantau langsung oleh walikota Caroll Senduk dan Wakil Walikota Sendy Rumajar serta sekretaris daerah Exwin Roring. Dan setiap bulan diadakan rapat evaluasi oleh walikota terkait tindak lanjut dari organisasi perangkat daerah yang ada di lingkup Pemkot Tomohon.
Diketahui sejak tanggal 1 hingga 30 Juni 2025, yang sudah ditindaklanjuti oleh pemerintah kota Tomohon sebanyak 23 laporan dari 46 aduan yang disampaikan masyarakat. Selanjutnya pada periode 1 hingga 14 Juli 2025, dari 12 laporan aduan masyarakat 8 yang sudah ditindaklanjuti. Jadi, secara keseluruhan sejak periode 1 Juni – 14 Juli 2025, dari 58 laporan aduan yang masuk, yang sudah ditindaklanjuti sebanyak 31 laporan. (rk)





