TOMOHON,SULUTTEMPO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Daerah Kota Tomohon mengakui stok beras di pasar tradisional terbatas. Kondisi itu, disebabkan pasokan beras dari pemasok berkurang.
“Pasokan memang berkurang tetapi cukup untuk kebutuhan pasar Tomohon,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tomohon, Ruddie Lengkong kepada suluttempo.com via telpon, Kamis 3 Juli 2025.
Ruddie mengakui bahwa harga beras yang medium memang mulai naik di minggu kedua pada bulan juni, dari harga Rp 14.000 per/kg dan sejak minggu lalu stak di angka 15.000 per/kg. Dan masuk pada minggu ke tiga, dari harga Rp.15.500 per/kg dan sejak minggu ke 4 juni stak di angka Rp.17.000 per/kg.
Kenaikan ini, kata Ruddie disebabkan karena kurangnya pasokan dari daerah pemasok yakni daerah Bolmong (Sulut), Parigi Moutong (Sulteng) dan Daerah Sidrap (Sulsel).
Sembari ia menyebutkan bahwa adapun langkah pemerintah Kota Tomohon sendiri yakni sudah dan sementara melakukan koordinasi dengan pelaku usaha untuk percepatan pasokan.
“Koordinasi dengan daerah pemasok untuk penambahan jatah pasokan, dan melakukan koordinasi via TPID untuk kerjasama antar daerah penyediaan pasokan dari sumber baru,” tandas Lengkong. (rk)





