SULUTTEMPO.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut melalui Dinas Pariwisata (DisPar) Sulut melaksanakan workshop pengembangan ekosistem ekonomi kreatif, bertempat di Novotel Manado, Rabu (29/5/2024).
Kepala DisPar Sulut, Henry Kaitjily menilai lokakarya memiliki peranan penting untuk mendorong ekonomi kreatif di daerah.
Terutama bagi mereka yang memberdayakan kreativitas dan pengetahuan yang dimiliki oleh sumber daya manusia sebagai aktor utama ekonomi kreatif.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia dengan Dinas Pariwisata Daerah Sulut.
“Saya mengajak kita semua untuk saling bersinergi membangkitkan sektor pariwisata,” kata Henry Kaitjily saat membuka kegiatan tersebut.
Ia berharap kegiatan ini dapat memberi manfaat untuk menunjang kinerja agar lebih kreatif sehingga mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan pengembangan ekraf di Sulut dan peserta bisa mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru yang dapat mendukung industri kreatif mereka,” ungkapnya.
Sebelumnya, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Direktorat Kuliner Kriya Desain dan Fashion Kemenparekraf RI, Yanuar Arif dalam Arahnya mengatakan, Sulut masuk 17 provinsi yang menggelar kegiatan ini.
“Di Sulut ini yang pertama dilaksanakan, Sulut melakukan gerakan cepat, (Gercep). Saya, menyanpaikan terima kasih dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada DisPar Sulut yang dapat menyelenggarakan kegiatan ini secara cepat dan mendahului dengan provinsi-provinsi lainnya. Tentunya ini juga diharapkan bisa mendukung sektor pariwisata yang selama ini sudah sangat berkembang dan sangat unggul di provinsi Sulawesi Utara (Sulut),” bebernya.
Menurut dia, Kemenparekraf RI bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Sulut dalam kegiatan ini agar dapat terbentuk ekosistem Ekraf di masing-masing daerah di provinsi ini.
“Karena Ekraf bisa tumbuh harus didukung ekosistem agar bisa berkembang secara optimal hingga mendukung perekonomian daerah,” ucapnya.
Yang paling diketahui, ungkap Yanuar, ada 17 subsektor Ekraf yang berkembang saat ini perlu didukung, di mana yang sangat berkembang saat ini hingga di semua daerah, adalah Fashion, Kriya dan kuliner.
Perlu diketahui, Dispar Sulut menghadirkan sejumlah narasumber dalam kegiatan ini yakni Kepala Bidang Perekonomian dan Perdagangan Bappeda Sulut, Satly Tambunan, Akamedisi Jelly Walansendouw, Sub Koordinator Kekayaan Intektual Kemenparekraf RI, Irma Parsetyarini, Ketua IMA Sulut, Kenny Pinangkaan dan Perwakilan KADIN Sulut, Flori Tampi.
(rk)





