TOMOHON, SULUTTEMPO.COM – Menyusul keracunan yang terjadi lebih dari 181 siswa beberapa waktu lalu akibat mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis atau MBG, Ketua Satgas MBG Kota Tomohon Sendy Rumajar menekankan evaluasi pada aspek kebersihan dalam penyiapan makanan.
Sendy Rumajar yang juga selaku Wakil Walikota Tomohon meminta yang berada di bawah pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib memiliki alat uji (test kit).
“Alat ini harus digunakan untuk mengetes kualitas makanan yang mereka produksi sebelum didistribusikan kepada anak sekolah, balita, dan ibu hamil,” tegas Sendy Rumajar, Rabu (11/2/2026).
Lanjut Sendy, penyediaan alat uji ini adalah bagian esensial dari prosedur standar operasional (SOP) baru yang harus dipatuhi SPPG guna mencegah terulangnya kasus keracunan makanan.
“Kami akan menindak tegas semua SPPG yang tidak bekerja profesional serta dapur-dapur SPPG yang tidak sesuai standart akan kami cek kembali. Dan pihak BGN sendiri akan mengirimkan Tim Investigasi dari Jakarta untuk SPPG di Kota Tomohon, terutama yang bermasalah,”tegasnya.
Senada dengan Wawali Sendy Rumajar, Kepala Dinas Pangan Daerah Kota Tomohon, Novie Kainde yang juga selaku Sekretaris I Satgas MBG Kota Tomohon menegaskan bahwa untuk keamanan pangan di masing-masing SPPG MBG di Kota Tomohon, maka setiap SPPG sudah harus siap dengan ketersediaan peralatan Test Kit serta tenaga teknis yang bisa melakukan test kit terhadap Pangan.
“Baik pangan segar maupun pangan olahan. Pangan segar dan atau dengan pangan olahan (pangan yang dikemas) yang dimaksud untuk dilakukan Test Kit adalah, seperti sayur-sayuran hijau, rempah-rempah untuk masakan, kentang, daging ayam, dan beras,” ungkapnya.
Untuk itu, kata Kainde, harus ada keterlibatan semua pihak, secara khusus bersama pihak pengelola SPPG MBG, pihak supplier atau pemasok bahan pangan, pihak Penjual di Pasar dan para Petani
untuk secara bersama kita memperhatikan keamanan pangan yang dimaksud karena
yang di konsumsi oleh anak-anak kita semua serta warga masyarakat.
“Jadi pelaksanaan keamanan pangan dalam kegiatan test kit itu, bisa dilaksanakan di Lokasi Pasar Tradisional, Lokasi SPPG MBG, Ritel-ritel Pasar Modern, para penjaja makanan yang mobile dan para supplier/pemasok pangan,” ungkapnya.
Selanjutnya, Kainde menuturkan bahwa adapun petugas yang melaksanakan test kit ini mereka adalah Petugas Dinas Pangan, Petugas Dinas Kesehatan Petugas Dinas perindag, Petugas Dinas Pertanian, BPOM.
“Dan juga pihak SPPG MBG itu sendiri yang memiliki tenaga melakukan test kit terhadap semua komoditi pangan yang masuk di SPPG tersebut,” tuturnya. (rk)





